Senin, 24 Mei 2010

Cinta
Diposkan oleh Dan's

Sorang anak laki enam tahunan tampak berlari menjauh dari rumahnya. Beberapa saat sebelumnya, suara kaca pecah sempat menghentikan kesibukan orang - orang di sekitar rumah. ada penjual jamu, tukang sayur yang lewat , beberapa orang yang berlalu lalang. Mereka menoleh sebentar, dan berujar pelan, "Ah, anak itu lagi!"

Perilaku nakal anak itu ternyata bukan baru buat orang - orang yang kerap berada di sekitar rumah. Hampir tiap hari, bahkan bisa tiga kali sehari, anak itu melakukan kegaduhan. Dan kegaduhan itu selalu terjadi di sekitar rumahnya. Mulai suara gelas yang pecah, dobrakan pintu, dan yang baru saja terjadi, pecahnya kaca jendela.

Seperti biasanya, seorang ibu keluar sesaat setelah anak nakal itu berlari menjauh dari rumah. Sambil manggil - manggil sang anak, ibuitutidak memperlihatkan rona marah yang membara. Tidak juga berteriak - teriak mengancam, umumnya seorang yang memendam kesal. ia hanya memanggil - manggil nama anaknya dan dua kata setelahnya, "Sini Sayang!"

Kali ini, sang anak tidak seperti biasanya yang terus berlari menjauh. Ia berhenti. ia menoleh ke arah suara yang memanggil - manggil namanya. "Ibu," desisnya pelan. Wajah kesalnya tida tiba pudar berganti penyesalan. dan ia pun membiarkan dirinya dihampiri seseorang yang ia sebut Ibu.

"Nak!" suara sang ibu sambil tangan kanannya meraih rambut sang anak. Tangan itu pun membelai lembut rambut sang anak.

"Bu, Ibu nggak marah?" suara sang anak sambil wajahnya mendongak menatap wajah sang ibu. "Anakku, kenapa ibu harus marah?" jawab sang ibusingkat.

Sang anak pun tiba - tiba mendekap ibunya yang agak membungkuk mensejajarkan diri dengan anaknya. "Bu," suara sang anak tiba - tiba. sambil terus membelai rambut sang anaknya. "Ada apa, sayang?" ucap sang ibu lembut.

"Kenapa ibu bisa seperti ini ? Padahal aku sudah begitu nakal?" tanya si anak yang mulai mengendurkan dekapannya.

"Anakku," ujar si ibu. "Inilah Cinta!" lanjut suara sang ibu sembari tetap menampakkan senyum lembut kepada anaknya.

***

Begitu banyak tingkah nakal anak - anak manusia di bumi ini. Begitu banyak kerusakan yang mereka tampakkan sehingga kehidupan menjadi gaduh. Orang - Orang yang kebetulan berada di sekitar kegaduhan pun ikut merasakan gangguan - gangguan itu.

Tapi bersama dengan tingkah nakal itu, selalu muncul suara - suara lembut yang memanggil - manggil anak manusia untuk kembali. Seolah , suara panggilan itu mengatakan, "kembali, Sayang!"

Padahal, anak - anak manusia yang nakal itu sedikit pun tidak sebanding dengan kegagahan gunung yang menjulang, kedahsyatan terjangan ombak samudra yang bisa berubah drastis menjadi begitu menyeramkan.

Tapi kenapa, justru suara lembut yang selalu memanggil - manggil dari balik menjauhnya anak - anak manusia yang nakal.

Cinta. Itulah mungkin sebuah jawaban yang pas. Seperti yang diucapkan san ibu kepada anaknya, "Cinta anakku!" atau dalam bahasa lain, seperti yang diucapkan oleh yang maha sayang, "Warahmati Wasi'at kulla sya'i, Cinta-ku meliputi segala sesuatu!"

Sayang sebelum semua anak menyimak sapaankembali dan mencoba menengadah untuk membalas cinta dari yang maha sayang.

(Helmi.tech@gmail.com) esensisholat.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iuiuiu